Lombok Tengah – Bukan hanya raungan mesin motor berkecepatan tinggi yang menarik perhatian di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, tetapi juga aroma kuliner tradisional dan warna-warni kriya lokal yang memikat ribuan pengunjung.
Di balik gemuruh lintasan Pertamina Mandalika International Circuit (PMIC), geliat pelaku UMKM binaan Pertamina menjadi sorotan tersendiri.
Sebanyak 20 UMKM binaan Pertamina Grup, yang berasal dari Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus dan RB Lombok Timur, ambil bagian dalam festival kuliner dan kerajinan yang digelar selama ajang MotoGP Mandalika berlangsung.
Dari total 180 pelaku usaha lokal yang tampil, kehadiran para binaan Pertamina mencuri perhatian karena menyajikan produk autentik khas Nusantara dalam suasana bertaraf internasional.
“Ajang ini bukan hanya soal balapan dunia, tetapi juga panggung strategis untuk memperkenalkan produk lokal ke pasar global,” ujar Ahad Rahedi Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Selasa (7/10/2025).
Dari total peserta binaan, sebanyak 16 pelaku kuliner dan 4 pengrajin kriya serta fesyen menampilkan produk unggulan, seperti sate lilit, kopi tradisional, tenun khas Lombok, hingga makanan sehat berbasis bahan lokal. Wisatawan asing pun tampak antusias mencicipi berbagai kuliner tersebut.
“Saya jatuh cinta pada sate lilit dan es krim tradisionalnya. Rasanya autentik sekali, dan saya tidak menemukan pengalaman kuliner seperti ini di tempat lain,” kata Hailey, wisatawan asal Australia.
Salah satu tenant yang banyak menarik perhatian turis mancanegara adalah Wholefoood, UMKM lokal yang menyajikan makanan sehat seperti sandwich dan salad dengan cita rasa Nusantara. Konsep healthy food dengan sentuhan lokal ini terbukti sukses menarik minat pengunjung asing.
“Menjadi bagian dari UMKM binaan Pertamina memberi kami peluang besar memperkenalkan produk makanan sehat lokal ke pasar internasional. Kami senang melihat turis asing menikmati produk kami,” tutur pemilik Wholefoood Baiq Melinda Mustika Sari.
Selama tiga hari pelaksanaan MotoGP Mandalika, total transaksi UMKM binaan Pertamina mencapai Rp 260 juta, membuktikan tingginya minat pengunjung terhadap produk lokal berkualitas. Sementara itu, Bright Store Pertamina juga mencatat penjualan merchandise edisi khusus MotoGP hingga Rp2 miliar.
Kegiatan ini turut mendapat perhatian dari Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius dan Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto, yang menyempatkan diri mengunjungi booth UMKM. Keduanya memberikan apresiasi atas semangat pelaku usaha lokal dalam menampilkan produk unggulan di ajang internasional.
Ahad Rahedi menegaskan, dukungan terhadap UMKM bukan semata kegiatan sosial, melainkan bagian dari strategi bisnis berkelanjutan Pertamina untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
“Keikutsertaan UMKM binaan di MotoGP Mandalika 2025 adalah bentuk nyata komitmen kami terhadap pemberdayaan ekonomi daerah dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Pertamina terhadap sustainable development goals (SDGs) poin 8, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Melalui program pembinaan, Pertamina terus mendorong ekonomi inklusif dengan memberdayakan pelaku usaha kecil di Nusa Tenggara Barat.
Dari deru mesin hingga aroma sate lilit, dari kain tenun hingga salad segar racikan lokal, ajang MotoGP Mandalika 2025 membuktikan bahwa kemeriahan dunia balap dapat berpadu indah dengan kekuatan budaya dan ekonomi lokal.
Source Artikel: www.beritasatu.com















